Kelinci dan Sang Merpati
Di hutan lebat hiduplah kelinci di gubuk kecil yang sederhana tetapi , ia tidak sendiri. Wilayah subur dan memiliki bahan pangan tak akan habis , membuat wilayah ini banyak dihuni oleh hewan lainnya seperti Rubah, Keledai, Musang,Merpati serta Pelatuk.
Walau wilayah ini ramai , banyak yang tidak peduli satu sama lain. Kelinci memiliki tetangga yang baik hati , suka menolong dan penyabar ia tinggal di samping gubuknya. Sang Merpati namanya tetangga sekaligus sahabatnya.
“Kenapa kau melamun diluar seperti itu ?” Tanya Merpati pada Kelinci yang sedang di sampingnya
“Tak apa-apa aku hanya bosan saja.” Jawab Kelinci sambil menatap luar hutan.
“Kenapa, kita tidak jalan-jalan keluar?” Ajak Merpati
“Ayo, sudah juga kita tidak pergi bersama!” Timpal kelinci. Pergilah mereka menyusuri hutan hingga mereka tak menyadari bahwa mereka memasuki kawasan terlarang.
“Apa hanya aku saja merasakan hal aneh?” Tanya Kelinci dengan nada serius dan penasaran kepada Merpati.
“Apa yang salah? Sepertinya tak apa-apa.” Jawab Merpati
“Tapi coba kau rasakan makin kita kedalam hutan ini akan terasa dingin dan terlihat banyak kabut.” Terang Kelinci
“Apa kita sebaiknya kembali?” Tanya Merpati
“Iya, sebaiknya kita kembali.” Jawab kelinci . Namun karena hari sudah mulai gelap , terlalu berbahaya untuk kembali dan kabut mulai menyelimuti langit malam mereka harus lebih hati-hati. Merpati terbang sedikit lebih tinggi untuk mencari tempat istirahat.
“Didepan belok kanan dan lurus kita akan berhenti untuk istirahat.” Ucap Merpati sambil mengarahkan ke gubuk tua
“Baiklah.” Jawab Kelinci. Tibalah mereka di gubuk tua. Kelinci langsung menidurkan badannya dan langsung tertidur ,Si Merpati tidak bisa istirahat karena mengawasi Kelinci yang sedang istirahat. Merpati diam-diam memasuki gubuk tua itu lebih dalam , tiba-tiba buku coklat yang telah usang menarik perhatian Merpati . Dibacanya buku itu.
“Percayalah pada kaum kami jika ingin kembali.” Kalimat ini membuat Merpati tidak bisa tidur. Iapun sangat berhati-hati saat mengembalikan buku tersebut. Keesokan harinya mereka pulang tetapi ada hal yang aneh.
“Kita sudah melawati sini hampir tiga kali.” Ujar kesal Kelinci. Merpati berusaha berfikir dengan kepala dingin.
“Coba kita istirahat sebentar dulu saja.” Pinta Merpati. Saat kelinci duduk ia merasa seperti sedang menimpa sesuatu , segera ia cek dan yang ia timpa itu adalah sebuah gulungan. Langsung dibukalah gulungan tersebut.
“Ini peta! Mengarah ke suatu tempat!” Ucap kaget dan girang Kelinci, karena sangat penasaran Kelinci mengajak Merpati ke tempat tersebut, tanpa pikir panjang Merpati mengiyakan pertanyaan Kelinci.
“Bagaimana jika peta ini menunjuk arah yang salah dan malah lebih buruk dari ini?” Khawatir Kelinci.
“Kau tak usah khawatir kita serahkan saja pada Yang Maha Kuasa.” Hibur merpati dengan sifat penyabar nya. Waktu berlalu dengan cepat dan mereka tiba di sebuah Goa dekat sungai mengalir
“Sebentar……jangan masuk dahulu.” Halang Kelinci saat Merpati ingin memasuki goa tersebut.
“Ada apa?” Tanya Merpati penasaran
“Di bawah gulungan ini bertuliskan , tanya saja ia , tahu segalanya di hutan.” Dengan wajah bingung Kelinci menggulung peta kebentuk gulungan semula.
Memasuki goa tersebut suasananya senyap dan gelap. Awalnya mereka takut saat mau memasuki , tetapi karena penasaran ingin mempertanyakan satu hal. Tiba-tiba para elang berdatangan dan menghadang langkah mereka.
“Apa yang akan kau lakukan?!” Tanya Elang dengan nada tinggi dan tegas.
“Kami hanya mengikuti petunjuk ini.” Jawab Merpati sambil menunjukkan gulungan tersebut.
“Kenapa kau bisa mendapatkan gulungan tersebut?” Tanya Elang penasaran
“Aku menemukannya , saat aku ingin menempati suatu tempat dan aku menimpa benda ini.” Jawab Kelinci dengan jelas
“Kau pasti ingin bertemu dengan Sri Baginda raja, cepat masuk.” Ujar Elang. Mereka hanya mengiyakan dan tak mengerti siapa Sri Baginda raja itu.
“Baginda sepertinya ada yang sedang membutuhkanmu.” Jelas Elang kepada raja
“Persilakan mereka masuk.” Suruh raja
Akhirnya mereka bertemu dengan raja Elang .
“Apa kau kemari dengan gulungan itu?” Tanya raja kepada mereka
“Iya, kami mengikuti petunjuk peta ini dan terdapat kalimat tanya saja ia , tahu segalanya di hutan. Apakah itu raja?” Terang Merpati pada raja Elang.
“Aku tahu kau akan menanyakan hal ini jadi kau hanya perlu pergi berjalan ke arah jarum jam satu , jika kau bertemu dengan para Tupai kau bisa meminta arah pulang padanya.” Suruh raja Elang pada mereka
“Yeaa…akhirnya kita bisa pulang!” Ucap Kelinci dengan semangat. Setelah itu cepatlah mereka berangkat menuju tempat dengan arah yang ditunjukkan raja Elang.
“Jangan injak itu!” Larang Si Tupai pada Kelinci
“Kenapa? Ini hanya tanaman biasa.” Jawab Kelinci
“Itu bukan tanaman biasa , tanaman itu pemberian Hang senat dan Dang siri.” Jelasnya pada Kelinci
“Apakah begitu berharga hingga kau melindunginya?” Tanya Kelinci
“Ini sangat berharga ,karena Hang senat dan Dang siri telah menolong kami dan memberi sebuah kenangan ini” Tambahnya. Merpati yang ingat pesan raja Elang langsung menanyakan arah pulang dari sini.
“Maaf boleh saya bertanya , apakah anda bisa memberitahu saya jalan menuju hutan lebat dari sini?” Tanya Merpati
“Aku bisa menunjukan mu , cepat ikuti aku.”
Ajak Tupai pada mereka. Merekapun langsung mengikuti Tupai tersebut. Saat diperjalanan Merpati bertanya.
“Kenapa hutan ini tidak seperti hutan yang selayaknya, tidak terdapat hewan yang hidup. Jikapun ada hanya beberapa saja.?” Tanya Merpati karena heran
“Ini karena ulah Umat manusia yang memiliki sifat serakah dan ingin menang sendiri . Mereka selalu memburu kami dan merusak lingkungan kami.” Jelasnya pada Merpati.
“Kenapa ketika kita masuk hutan ini , susah untuk mencari jalan pulang?” Tanya Kelinci
“Karena daerah disini jika sudah gelap akan turun kabut tebal yang akan menyulitkan penglihatan dan tidak banyak ada yang tahu hutan ini.” Jelasnya lagi pada Kelinci
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai kembali ke hutan lebat itu. Segeralah Tupai kembali dan mereka pulang.
Sejak kejadian ini baik Kelinci ataupun Merpati selalu berhati-hati saat berpergian.